Rabu, 02 Juni 2010

Damn! I Dropped the Cards

(Renungan Dalam Mempelajari Card Flourish)
Artikel ini saya tulis karena saya terinspirasi oleh dua kawan saya di Facebook, Michael Setiawan dan Fransisca Adis Religita. Michael berniat untuk membawa flourish sebagai salah satu aliran magic yang bisa dipentaskan di Indonesia. Sedangkan Fransisca menulis status Facebook berikut :


"cara belajar saya: mata tertuju pada diktat dan membaca, tangan di bawah meja memegang deck dan bergerak...alias nyolong2 latihan flourish *gila, nekat!*"


Status tersebut mengingatkan saya saat pertama kali mempelajari Extreme Card Manipulation. Kurang lebih, saya melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan oleh Fransisca; membawa kartu ke manapun, memainkannya kapanpun di manapun, di ruang praktikum, di dalam kelas (jangan ditiru ya ^^), di dapur, di rumah teman, bahkan tempat tidur saya tertutup oleh kartu-kartu yang tersebar di atasnya. Apa yang ingin saya sampaikan dalam proses saya berlatih flourish? Hanya satu kalimat : Jangan pernah putus asa

Flourish, terutama Extreme Card Manipulation adalah salah satu seni magic yang paling sulit dipelajari. Aliran sulap ini sepenuhnya mengandalkan keterampilan tangan dalam memainkan kartu. Tak terhitung berapa kali saya melakukan kegagalan saat mempelajari gerakan "Sybil" untuk pertama kalinya. Setiap kali mencapai tahap tertentu, ada saja kartu yang terlepas dari genggaman saya dan jatuh ke lantai. Saya terus mengulang dan mengulang gerakan yang sama, namun kartu-kartu itu tetap jatuh dari tangan saya. Saat itu, saya sudah hampir menyerah untuk mendalami Extreme Card Manipulation. Apa yang kemudian saya lakukan? Saya pun mencoba mencari trik bagaimana para master manipulator kartu seperti Daniel Madison dan Buck bersaudara, dan berapa keras usaha yang diperlukan untuk mencapai level seperti video di bawah ini :.



Berdasarkan riset, saya cukup terkejut ketika mengetahui bahwa tidak ada trik instant untuk mempermudah kita dalam menguasai flourish. Bahkan para master flourish tersebut hanya melakukan satu hal : LATIHAN. Berikut adalah kutipan dari wawancara dengan para master card manipulator yang membuat saya cukup tersadar :


Question: How many hours a day do you spend practicing?
Dalam satu hari, berapa waktu yang anda habiskan untuk melatih magic anda (flourish)?

Dan Buck: In high school probably eight to ten hours. That’s eight hours non-stop practicing. These days I'm lucky to get in two hours but I don’t think it matters as I’m ALWAYS holding a deck of cards.
Saat saya masih di SMA, mungkin saya menghabiskan 8 sampai 10 jam untuk berlatih. Itu benar-benar 8 jam latihan non-stop. Saat ini, saya cukup beruntung karena saya hanya menghabiskan dua jam untuk berlatih, tapi saya SELALU memegang satu pak kartu ke manapun saya pergi.


Hal itu menunjukkan bahwa untuk mencapai level seperti saat ini, Dan & Dave Buck menghabiskan 8 hingga 10 jam dalam sehari untuk berlatih flourish. Saya pun tersadar, bahwa flourish memang bukan jenis magic yang bisa dipelajari dalam waktu singkat, atau hanya dengan menonton video dan membaca teori. Intinya hanya satu : LATIHAN

Sometimes, I even can't explain how I did those moves. It just a result of practice.

Kadang-kadang, saya bahkan tidak bisa menjelaskan bagaimana saya melakukan gerakan tertentu. Itu semata-mata adalah hasil dari latihan.

(Daniel Madison, dalam DVD "Motion")


Dari kedua kutipan tersebut, bisa diambil kesimpulan bahwa kita harus memiliki mental baja dalam mempelajari flourish (khususnya Extreme Card Manipulation). Jangan merasa gagal jika anda terus menerus menjatuhkan kartu anda. Jika anda belum bisa menguasai suatu gerakan dalam satu jam, artinya anda perlu berlatih dua jam. Jika dalam dua jam anda masih gagal, artinya diperlukan tiga jam latihan, dan seterusnya. Intinya hanya satu, practice, practice, dan practice. Bahkan seseorang yang sudah sangat ahli seperti Daniel Madison pun masih bisa menjatuhkan kartu-kartunya saat memainkan flourish, seperti yang bisa anda lihat dalam video berikut




Nah, untuk mempermudah anda dalam berlatih flourish, ada tips-tips yang harus diperhatikan sebagai berikut :

1. Cari video tutorial yang bagus. Cari tutorial yang mengajarkan flourish dari sudut pandang performer (shoot kamera dari belakang punggung). Saya merekomendasikan DVD Xtreme Begineerz (De'vo) dan "Dangerous : Motion" (Daniel Madison).

2. Gunakan kartu yang terbaik. Kualitas kartu minimal Bicycle Card. Akan lebih baik jika anda bisa mendapatkan kartu Tally-Ho atau Smoke & Mirror. Pastikan kartu dalam kondisi terbaik, tidak terlipat-lipat, basah, atau kotor. Berlatih dengan kartu yang tidak layak hanya akan membuat anda stress karena gerakan flourish tidak bisa dilakukan dengan optimal.

3. Jangan berpikir tentang seberapa cepat anda bisa melakukan flourish, tapi berpikirlah seberapa lancar anda melakukannya. Usahakan untuk lancar dulu, baru berpikir untuk meningkatkan kecepatan.

4. Pada tahap awal, jangan berlatih di depan cermin. Jika anda terbiasa berlatih di depan cermin, anda akan selalu melihat ke pantulan bayangan anda di cermin. Padahal, saat perform, tidak akan ada cermin di hadapan anda. Ketika pantulan bayangan anda tidak ada, anda akan merasa bingung dan canggung dalam memainkan kartu. Oleh karena itu, saat berlatih, tataplah jari-jari anda. Berlatihlah dalam posisi berdiri, karena melakukan flourish dalam posisi berdiri dan duduk sangat berbeda (terutama untuk Extreme Card Manipulation). Gunakan cermin saat anda sudah benar-benar menguasai gerakan tersebut, hanya untuk melihat sudut pandang terbaik yang harus anda tampilkan di depan penonton.

5. Latihan, latihan, dan latihan. Sudah sangat jelas, dan tidak bisa diperdebatkan.

Well, itu adalah sedikit renungan untuk anda yang sedang atau ingin mendalami flourish dalam card magic. Semoga bermanfaat, dan keep doing magic!


Hyderabad, May 31st 00:58 AM
Magically Regards,
Wiku Pulangasih
The Online Magician

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini

CIRI-CIRI PESULAP PROFESIONAL




Dalam sebuah pembicaraan santai (sambil diselingi kelakar) di sebuah cafe dengan beberapa sahabat pesulap, yang (sambil lalu) membahas tentang semaraknya komunitas sulap di negeri ini, ada seorang sahabat dengan lantang berbicara :



“Pesulap yang masih coba-coba biasanya gembar-gembor mengunggulkan permainan tricknya dan selalu ingin orang lain menganggapnya lebih hebat dari yang lain, sedang pesulap yang sudah jadi, lebih tenang menyikapi nomor-nomor pertunjukannya.....”



Lalu sahabat itu melanjutkan :



“Pembicaraan pesulap yang masih coba-coba biasanya tentang trick dan rahasia trick di barengi demontrasi trick yang memukau, sedang pesulap yang sudah jadi selalu membicarakan tentang sikap hidup dan bagaimana menciptakan peluang dari keahliannya....”



Banyak orang mengatakan bahwa sahabat yang berbicara lantang ini sudah bisa dibilang sebagai "pesulap profesional" (ini mungkin yang dimaksud sahabat tadi dengan istilah “Pesulap Yang Sudah Jadi”) karena trik-trik yang dimainkannya.



Eemmm... Mungkin itu ada benarnya. Sedikit menambahkan, jika menurut saya pesulap profesional (betul) bukanlah hanya mementingkan trik saja, namun juga aksi panggung, karakter, cara berbicara, tingkah laku dan lain sebagainya, termasuk menata managemennya secara baik.



Berikut ini (masih menurut saya lho) beberapa ciri-ciri yang harus dimiliki oleh Pesulap Profesional :1. Memiliki Karakter yang kuat.2. Pandai berbicara dengan baik.3. Bertingkah laku baik.4. Bermain sulap untuk menghibur bukan untuk pamer atau yang lainnya.5. Menghargai pesulap lain.6. Memiliki trik-trik hasil karya sendiri.7. Mempunyai Aliran magic yang betul-betul dikuasai dengan baik (secara praktis dan teoritis).



Nah, itu tadi menurut saya ciri-ciri para pesulap profesional yang wajib dimiliki seorang pesulap (magician) profesional, selebihnya adalah keberanian seorang pesulap untuk mengambil keputusan dihidupi oleh sulap atau menghidupi sulap. 



sumber Ags tortor

Entri Populer

KODE ETIK MAGICIAN



Beberapa hal yang harus diperhatikan sebagai Attitude (sikap) para pesulap (pekerja misteri) atau para pencinta, pemerhati seni sulap.

KODE ETIK PESULAP

1. Magician Never Tell The Secret. Seorang pesulap tidak pernah memberitahukan rahasia. jagalah rahasia trik anda dengan ketat dan jangan memberitahukan kepada siapapun. Seorang pesulap yang benar-benar menghargai trik sulap , akan mampu melestarikan rahasia trik tersebut ! Jika suatu trik sulap terbongkar , maka misteri di balik trik sulap tersebut akan hilang !Ingat...Sulap yang berharga adalah rahasianya. Berusahalah Untuk Menjaga Rahasia Jika berniat membuka rahasia permainan sulap, pikirkan dulu seribu kali. Akankah rahasia yang dibuka memberi manfaat positif bagi diri kita maupun orang lain? Apakah benar-benar harus membuka trik sulap yang dimainkan?

Mari bedakan antara membocorkan (membuka) trik (rahasia) sulap dengan menularkan (mengajarkan) ilmu sulap....

Pada dasarnya memberi tahu rahasia sulap sah-sah saja, sudah banyak buku tentang rahasia sulap, coba buka internet, hampir ribuan (situs, blog, account FB -baik perorangan atau group-) yang secara gamblang memberitahukan (membongkar) rahasia sulap, masuklah ke pusat-pusat perbelanjaan di Jakarta, nyaris di setiap pusat perbelanjaan itu terdapat toko sulap (bahkan kadang lebih dari 1 toko sulap, baik toko permanen atau yang hanya sekedar membuka counter tidak tetap) yang hanya dengan beberapa puluh ribu rupiah saja kita sudah dapat membeli alat sulap plus diajarkan cara memainkan alat sulap itu. namun akan lebih bijaksana apa bila saat kita membuka rahasia sulap (membongkar trik) di dasari motive atau alasan yang sangat kuat mengapa rahasia itu di buka...

Mask Magician (pesulap bertopeng) dengan alasan sosialisasi dan menyemarakan persulapan membuka rahasia sulap tingkat tinggi dalam program televisi yang dapat ditonton siapa saja, namun coba perhatikan setiap kali mask magician membuka rahasia sulap selalu di ikuti pesan dan nasehat terselubung tentang etika sulap dan pesulap...

Sedikit catatan kecil, jika kita ingin membuka rahasia sulap akan lebih baik apa bila sampaikan juga pemahaman tentang etika dan kode etik sulap dan persulapan....

"SAMPIKANLAH ILMU DENGAN BIJAKSANA" karena ilmu itu seperti mata pisau, pisau dapat digunakan untuk membantu mempermudah pekerjaan kita, namun pisau dapat juga digunakan untuk kejahatan (menodong bahkan membunuh) apa kita akan salahkan pisaunya apa bila pisau itu digunakan untuk kejahatan ? maka ajarkanlah cara menggunakan pisau yang baik dan benar dan bahayanya apa bila pisau itu disalahgunakan pungsinya... Apabila di gunakan untuk kebaikan maka baiklah ilmu itu, namun apa bila digunakan untuk keburukan maka buruklah ilmu itu walau ilmu itu sama dari sumber yang sama pula...

2. Never Play Twice. Tidak menggulang trik yang sama dua kali untuk orang yang sama. Walaupun mereka terus mendesak. Jangan tergoda bila mereka berkata "ah, saya gak percaya, coba ulang lagi saya lihat!". Kalau perlu anda mainkan trik yang lain bila anda kebetulan menguasai beberapa trik. Jangan memenuhi permintan audience jika mereka menginginkan anda untuk mengulang trik yang baru saja anda mainkan ! Sebab sesungguhnya , mereka bukan ingin melihat kepiawaian anda dalam bermain sulap, melainkan mereka hanya ingin mengetahui triknya saja !

3. Train Hard. Sebelum mempertunjukkan trik anda. ingat untuk latih, latih dan latih. Berlatihlah dengan teman anda sesama pesulap, berlatihlah didepan cermin. sampai anda benar-benar menguasai dan terlihat menakjubkan. dengan demikian baru boleh anda tampilkan. Sebab , jika anda tidak berlatih terlebih dahulu , maka , sama saja anda membuka rahasia trik sulap tersebut !

4. Respect Other and Support Each Other. Bila kebetulan anda dan teman-teman sedang berkumpul dan seseorang atau mungkin seorang teman anda datang memainkan sebuah trik. Jangan mencoba membongkar triknya didepan umum sekalipun anda tahu rahasianya. Salinglah menghargai sesama pesulap. Menghargai sesama pesulap. Memberi aplaus kepada pesulap lain yang sedang mempertunjukan tricknya, dan tidak saling menjelekkan. Saling membantu sesama pesulap, apalagi untuk pemula. Hargailah Para Pekerja Misteri. Bagaimanapun, para pekerja misteri telah memberikan hiburan alternatif bagi kita. Para pesulap, trickmaster, maupun orang-orang yang bergerak di belakangnya telah melakukan pengorbanan yang tidak sedikit. Jika kita tidak mampu mengapresiasi mereka, lebih baik diam. Pikirkan seribu kali jika ingin melontarkan hinaan pada para pekerja misteri. Apakah kita lebih baik dari mereka? Apakah kita bisa menampilkan pertunjukan sulap yang lebih berkualitas dari mereka? Apakah kita telah melakukan sesuatu yang lebih bermanfaat dari para pekerja misteri tersebut?

5. Self Control. Mengontrol Diri tidak hanya dalam melakukan pertunjukan sulap, namun juga dalam berkata-kata, berkomentar, dan berpendapat. Jika kita merasa sebagai seorang pesulap atau pecinta sulap, kontrol setiap kata yang terucap dari mulut saat berkomentar tentang pertunjukan sulap, rahasia sulap, atau pesulap lainnya. Berikanlah pujian atau aplaus bila merasa senang atau terhibur. Jangan segan pula untuk memberikan kritik jika menemukan suatu hal yang kurang berkenan di hati. Satu hal yang harus diingat dalam memberikan kritik : Pastikan bahwa kritik benar-benar membangun, bukan sekadar luapan emosi sesaat yang diikuti dengan banyak kata-kata hinaan. Jika ingin mengontrol pikiran orang lain, kita harus bisa mengontrol diri kita terlebih dahulu.

6. Not For Sex Or Criminal. Tetaplah jaga image anda. Sulap adalah untuk menghibur. Membuat orang terkagum. Jangan gunakan sulap untuk kepentingan lain. Untuk menggoda wanita atau pelecehan. Banyak pesulap kenamaan seperti itu, sengaja bermain sulap didepan wanita cantik demi untuk memegang tangan, pundak, itu adalah pelecehan. Bila harus bersentuhan usahakan sejenis, bila tidak ada, lakukan dengan profesional. Anda adalah penghibur sejati. Sebab banyak orang suka pada keajaiban. sekali lagi sulap bukan untuk pelecehan seksual. Jangan juga mencuri bila anda menguasai teknik steal atau hipnosis. Gunakan Ilmu Sulap yang Dipelajari Untuk Kebaikan, ini adalah landasan dasar dari setiap ilmu yang kita pelajari. Gunakanlah ilmu sulap yang kita pelajari untuk menghibur orang, bukan untuk merusak sebuah show atau menghancurkan nama baik pesulap lainnya. Ingat, mengetahui sebuah trik sulap tidak berarti membuat anda mampu menampilkan sulap tersebut di atas panggung. Seorang yang mampu menampilkan satu pertunjukan sulap yang berkualitas jauh lebih baik dibandingkan orang yang membongkar seribu rahasia sulap.

7. Be Responsible, Please... Bertanggung jawablah pada setiap trik yang dimainkan, setiap aksi panggung yang dilakukan, serta setiap kata yang diucapkan. Pelajari dengan cermat plus-minus serta risiko (fisik maupun non-fisik) yang akan kita dapatkan ketika memainkan sebuah trik. Lakukan secermat mungkin, sehingga tidak ada penonton yang merasa dibodohi, disakiti hatinya, ataupun merasa terhina oleh pertunjukan sulap kita. Ingat, tujuan menampilkan sebuah pertunjukan sulap adalah untuk menghibur audiens, bukan untuk menunjukkan bahwa diri kita yang paling hebat.

8. Quit Quickly. Kebetulan saat anda menunjukkan trik sulap anda, ada seorang yang selalu mengatakan hal-hal yang menjengkelkan, hal semacam dia tahu rahasianya, sesuatu yang akan meruntuhkan magnet kekaguman anda. Segera sudahi permainan anda. Percayalah banyak orang seperti ini... Bagi para Magician yang pernah merasa terbongkar triknya, terhina, ataupun sakit hati... Berbahagialah, para pekerja misteri, yang pernah dihina, dibongkar triknya, dan disakiti hatinya dengan berbagai komentar yang tidak mengenakkan. Itu artinya anda telah menjadi "sesuatu" di mata orang lain. Makin tinggi pohon, makin kencang angin yang menerpanya. Jika anda adalah seseorang yang puas hanya berdiam diri di rumah tanpa mencoba berkreasi, tak akan ada orang lain yang mau bersusah-payah menjatuhkan anda.

Semua pesulap besar pernah mengalami hal ini. Mulai dari Harry Houdini, David Copperfield, David Blaine, Deddy Corbuzier, Romi Rafael, Joe Sandy. Kuncinya hanya satu : TETAP BERKARYA. Terbukti, magician-magician yang disebutkan tadi hingga kini tetap eksis, bahkan melegenda. Tapi apa yang terjadi dengan orang-orang yang merendahkan, menghina, dan menjelek-jelekkan? Tak satupun yang terdengar gaungnya...

Intinya, jika memang ingin menjadi pekerja misteri ataupun hanya sekadar penikmat sulap; gunakanlah akal dan hati nurani dalam setiap hal yang akan dilakukan. Jangan pernah melakukan hal-hal yang bertentangan dengan akal dan hati nurani.