Loading...

Senin, 31 Januari 2011

CONTOH SUGESTI HIPNOTIS


CONTOH KALIMAT SUGESTI



berikut ini kalimat sugesti di setiap bagian :

A. RELAKSASI
Untuk membantu relaksasi lebih maksimal, dengarkanlah alunan musik berirama slow (instrumentalia).
Dan berikan sugesti seperti ini:


“Kita mulai pelatihan ini dengan duduk yang rileks, napas diatur dengan lembut…setiap tarikan dan hembusan napas visualisasikan bahwa itu membuat anda lebih rileks.”
“ Suara musik ini nembuat anda lebih tenang…”
“Perhatian Anda hanya tertuju pada suara saya, dan alunan musik ini membawa anda masuk dalam kondisi mengantuk…”
‘saya perintahkan anda untuk menutup mata.”
Setelah peserta mulai mengikiti sugesti, saya memerintahkan untuk menutup mata, berikan kalimat sugesti:
“Masuki alam tidur yang lebih dalam…..lebih dalam lagi, lebih rileks dan makin dalam….Mata tetap ditutup, jangan dibuka sebelum saya perintah untuk membukanya.”
Ulangi kalimat sugesti itu, jika peserta mulai terhipnotis, menunjukan gejala:
Mata mulai barat lalu menutup.
• Terjadi relaksasi pada bagian sendi, ditandai mulai kehilangan keseimbangan posisi duduk.
• Kepala mulai miring (tidak lagi tegak).
• Kaki yang semula rapat mulai terbuka.

Catatan: Lakukan relaksasi selama 10-15 menit. Jika peserta pelatihan menunjukan adanya tiga tanda tersebut diatas, berarti ia tipe mudah menerima sugesti ia memiliki kemampuan konsentrasi dan dapat menerima sugesti pada sesi pelatihan berikutnya.

B. VISUALISASI
Pada tahap berikutnya, kami akan mengajak peserta untuk belajar menggunakan imajinasinya. Cara yang termudah, kami menyuruh mereka menjulurkan kedua tangannya ke depan setinggi bahu dengan posisi telapak tangan menengadah ke atas dan tangan kiri ke bawah.
Setelah itu kami beri perintah untuk memejamkan mata, dan beberapa saat kemudian memberikan sugesti:
Bayangkan bahwa di tangan Anda saat ini saya letakkan bandul seberat 1 kilo, sedangkan di tangan kiri Anda saya ikat dengan balon yang menarik tangan Anda ke atas. Bayangkan bandul dan balon itu pun benar-benar ada…”
Visulasisasi ini sebagai cara menyeleksi siapa di antara peserta pelatihan itu yang memiliki kemampuan menerima sugesti. Artinya, siapa yang kedua tangannya lebih cepat bergerak (ke atas kebawah), atau siapa yang rentang tangan kanan dan kirinya yang paling jauh, itulah calon “korban” yang mudah menerima sugesti, sehingga dapat digunakan untuk hipnotis panggung.

C. POST HYPNOSIS
Post hipnosis atau yang biasa disebut “Post Hypnos” dapat diartikan hipnotis susulan, yaitu sugesti yang akan dilakukan justru setelah seseorang terlepas dari keadaan terhipnotis (pejam mata). Pada umumnya subyek target yang pertama kali belajar menerima sugesti hanya mampu tersugesti saat “matanya tertutup” saja. Tapi kadang-kadang ada yang mampu menerima sugesti di saat dia sudah membuka matanya. Contoh memberikan sugestinya:
Bayangkan saat ini kedua tangan anda saya lilitkan seutas tali. Ketika saya mulai menghitung “satu” “dua” “tiga” dan seterusnya, maka tali itu melilit lebih keras.
Ketika mulai menghitung bilangan, “satu” “dua” “tiga” dan seterusnya, lihatlah …. Di antara peserta ada yang menunjukkan gejala seperti orang terlilit-lilit tali yang ditandai setiap kali menghitung “satu” “dua” dan seterusnya itu, tangannya makin
mengeras dan mengeras, itulah peserta yang mudah menerima perintah (sugesti).
Pada tahap ini berikan sugesti:


“Pada saat anda membuka mata nanti, lilitan tali ini justru makin kuat dan anda tidak mampu membukanya. Semakin anda berusaha untuk membukannya, lilitan itu malah makin kuat dan makin kuat.”
Catatan: Subyek target yang memiliki kemampuan menerima sugesti maksimal, ketika sudah membuka mata, ia tetap tidak mampu membuka tangannya. Ini disebut sugesti susulan (Post Hypnos). Sedangkan subyek target yang tidak maksimal, sugestinya dapat lepas sehingga ia mampu membuka tangannya. Untuk menampulkan hipnotis panggung (hiburan) subyek target yang gagal menerima sugesti susulan ini, disuruh minggir dulu....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Share it

CIRI-CIRI PESULAP PROFESIONAL




Dalam sebuah pembicaraan santai (sambil diselingi kelakar) di sebuah cafe dengan beberapa sahabat pesulap, yang (sambil lalu) membahas tentang semaraknya komunitas sulap di negeri ini, ada seorang sahabat dengan lantang berbicara :



“Pesulap yang masih coba-coba biasanya gembar-gembor mengunggulkan permainan tricknya dan selalu ingin orang lain menganggapnya lebih hebat dari yang lain, sedang pesulap yang sudah jadi, lebih tenang menyikapi nomor-nomor pertunjukannya.....”



Lalu sahabat itu melanjutkan :



“Pembicaraan pesulap yang masih coba-coba biasanya tentang trick dan rahasia trick di barengi demontrasi trick yang memukau, sedang pesulap yang sudah jadi selalu membicarakan tentang sikap hidup dan bagaimana menciptakan peluang dari keahliannya....”



Banyak orang mengatakan bahwa sahabat yang berbicara lantang ini sudah bisa dibilang sebagai "pesulap profesional" (ini mungkin yang dimaksud sahabat tadi dengan istilah “Pesulap Yang Sudah Jadi”) karena trik-trik yang dimainkannya.



Eemmm... Mungkin itu ada benarnya. Sedikit menambahkan, jika menurut saya pesulap profesional (betul) bukanlah hanya mementingkan trik saja, namun juga aksi panggung, karakter, cara berbicara, tingkah laku dan lain sebagainya, termasuk menata managemennya secara baik.



Berikut ini (masih menurut saya lho) beberapa ciri-ciri yang harus dimiliki oleh Pesulap Profesional :1. Memiliki Karakter yang kuat.2. Pandai berbicara dengan baik.3. Bertingkah laku baik.4. Bermain sulap untuk menghibur bukan untuk pamer atau yang lainnya.5. Menghargai pesulap lain.6. Memiliki trik-trik hasil karya sendiri.7. Mempunyai Aliran magic yang betul-betul dikuasai dengan baik (secara praktis dan teoritis).



Nah, itu tadi menurut saya ciri-ciri para pesulap profesional yang wajib dimiliki seorang pesulap (magician) profesional, selebihnya adalah keberanian seorang pesulap untuk mengambil keputusan dihidupi oleh sulap atau menghidupi sulap. 



sumber Ags tortor

Entri Populer

KODE ETIK MAGICIAN



Beberapa hal yang harus diperhatikan sebagai Attitude (sikap) para pesulap (pekerja misteri) atau para pencinta, pemerhati seni sulap.

KODE ETIK PESULAP

1. Magician Never Tell The Secret. Seorang pesulap tidak pernah memberitahukan rahasia. jagalah rahasia trik anda dengan ketat dan jangan memberitahukan kepada siapapun. Seorang pesulap yang benar-benar menghargai trik sulap , akan mampu melestarikan rahasia trik tersebut ! Jika suatu trik sulap terbongkar , maka misteri di balik trik sulap tersebut akan hilang !Ingat...Sulap yang berharga adalah rahasianya. Berusahalah Untuk Menjaga Rahasia Jika berniat membuka rahasia permainan sulap, pikirkan dulu seribu kali. Akankah rahasia yang dibuka memberi manfaat positif bagi diri kita maupun orang lain? Apakah benar-benar harus membuka trik sulap yang dimainkan?

Mari bedakan antara membocorkan (membuka) trik (rahasia) sulap dengan menularkan (mengajarkan) ilmu sulap....

Pada dasarnya memberi tahu rahasia sulap sah-sah saja, sudah banyak buku tentang rahasia sulap, coba buka internet, hampir ribuan (situs, blog, account FB -baik perorangan atau group-) yang secara gamblang memberitahukan (membongkar) rahasia sulap, masuklah ke pusat-pusat perbelanjaan di Jakarta, nyaris di setiap pusat perbelanjaan itu terdapat toko sulap (bahkan kadang lebih dari 1 toko sulap, baik toko permanen atau yang hanya sekedar membuka counter tidak tetap) yang hanya dengan beberapa puluh ribu rupiah saja kita sudah dapat membeli alat sulap plus diajarkan cara memainkan alat sulap itu. namun akan lebih bijaksana apa bila saat kita membuka rahasia sulap (membongkar trik) di dasari motive atau alasan yang sangat kuat mengapa rahasia itu di buka...

Mask Magician (pesulap bertopeng) dengan alasan sosialisasi dan menyemarakan persulapan membuka rahasia sulap tingkat tinggi dalam program televisi yang dapat ditonton siapa saja, namun coba perhatikan setiap kali mask magician membuka rahasia sulap selalu di ikuti pesan dan nasehat terselubung tentang etika sulap dan pesulap...

Sedikit catatan kecil, jika kita ingin membuka rahasia sulap akan lebih baik apa bila sampaikan juga pemahaman tentang etika dan kode etik sulap dan persulapan....

"SAMPIKANLAH ILMU DENGAN BIJAKSANA" karena ilmu itu seperti mata pisau, pisau dapat digunakan untuk membantu mempermudah pekerjaan kita, namun pisau dapat juga digunakan untuk kejahatan (menodong bahkan membunuh) apa kita akan salahkan pisaunya apa bila pisau itu digunakan untuk kejahatan ? maka ajarkanlah cara menggunakan pisau yang baik dan benar dan bahayanya apa bila pisau itu disalahgunakan pungsinya... Apabila di gunakan untuk kebaikan maka baiklah ilmu itu, namun apa bila digunakan untuk keburukan maka buruklah ilmu itu walau ilmu itu sama dari sumber yang sama pula...

2. Never Play Twice. Tidak menggulang trik yang sama dua kali untuk orang yang sama. Walaupun mereka terus mendesak. Jangan tergoda bila mereka berkata "ah, saya gak percaya, coba ulang lagi saya lihat!". Kalau perlu anda mainkan trik yang lain bila anda kebetulan menguasai beberapa trik. Jangan memenuhi permintan audience jika mereka menginginkan anda untuk mengulang trik yang baru saja anda mainkan ! Sebab sesungguhnya , mereka bukan ingin melihat kepiawaian anda dalam bermain sulap, melainkan mereka hanya ingin mengetahui triknya saja !

3. Train Hard. Sebelum mempertunjukkan trik anda. ingat untuk latih, latih dan latih. Berlatihlah dengan teman anda sesama pesulap, berlatihlah didepan cermin. sampai anda benar-benar menguasai dan terlihat menakjubkan. dengan demikian baru boleh anda tampilkan. Sebab , jika anda tidak berlatih terlebih dahulu , maka , sama saja anda membuka rahasia trik sulap tersebut !

4. Respect Other and Support Each Other. Bila kebetulan anda dan teman-teman sedang berkumpul dan seseorang atau mungkin seorang teman anda datang memainkan sebuah trik. Jangan mencoba membongkar triknya didepan umum sekalipun anda tahu rahasianya. Salinglah menghargai sesama pesulap. Menghargai sesama pesulap. Memberi aplaus kepada pesulap lain yang sedang mempertunjukan tricknya, dan tidak saling menjelekkan. Saling membantu sesama pesulap, apalagi untuk pemula. Hargailah Para Pekerja Misteri. Bagaimanapun, para pekerja misteri telah memberikan hiburan alternatif bagi kita. Para pesulap, trickmaster, maupun orang-orang yang bergerak di belakangnya telah melakukan pengorbanan yang tidak sedikit. Jika kita tidak mampu mengapresiasi mereka, lebih baik diam. Pikirkan seribu kali jika ingin melontarkan hinaan pada para pekerja misteri. Apakah kita lebih baik dari mereka? Apakah kita bisa menampilkan pertunjukan sulap yang lebih berkualitas dari mereka? Apakah kita telah melakukan sesuatu yang lebih bermanfaat dari para pekerja misteri tersebut?

5. Self Control. Mengontrol Diri tidak hanya dalam melakukan pertunjukan sulap, namun juga dalam berkata-kata, berkomentar, dan berpendapat. Jika kita merasa sebagai seorang pesulap atau pecinta sulap, kontrol setiap kata yang terucap dari mulut saat berkomentar tentang pertunjukan sulap, rahasia sulap, atau pesulap lainnya. Berikanlah pujian atau aplaus bila merasa senang atau terhibur. Jangan segan pula untuk memberikan kritik jika menemukan suatu hal yang kurang berkenan di hati. Satu hal yang harus diingat dalam memberikan kritik : Pastikan bahwa kritik benar-benar membangun, bukan sekadar luapan emosi sesaat yang diikuti dengan banyak kata-kata hinaan. Jika ingin mengontrol pikiran orang lain, kita harus bisa mengontrol diri kita terlebih dahulu.

6. Not For Sex Or Criminal. Tetaplah jaga image anda. Sulap adalah untuk menghibur. Membuat orang terkagum. Jangan gunakan sulap untuk kepentingan lain. Untuk menggoda wanita atau pelecehan. Banyak pesulap kenamaan seperti itu, sengaja bermain sulap didepan wanita cantik demi untuk memegang tangan, pundak, itu adalah pelecehan. Bila harus bersentuhan usahakan sejenis, bila tidak ada, lakukan dengan profesional. Anda adalah penghibur sejati. Sebab banyak orang suka pada keajaiban. sekali lagi sulap bukan untuk pelecehan seksual. Jangan juga mencuri bila anda menguasai teknik steal atau hipnosis. Gunakan Ilmu Sulap yang Dipelajari Untuk Kebaikan, ini adalah landasan dasar dari setiap ilmu yang kita pelajari. Gunakanlah ilmu sulap yang kita pelajari untuk menghibur orang, bukan untuk merusak sebuah show atau menghancurkan nama baik pesulap lainnya. Ingat, mengetahui sebuah trik sulap tidak berarti membuat anda mampu menampilkan sulap tersebut di atas panggung. Seorang yang mampu menampilkan satu pertunjukan sulap yang berkualitas jauh lebih baik dibandingkan orang yang membongkar seribu rahasia sulap.

7. Be Responsible, Please... Bertanggung jawablah pada setiap trik yang dimainkan, setiap aksi panggung yang dilakukan, serta setiap kata yang diucapkan. Pelajari dengan cermat plus-minus serta risiko (fisik maupun non-fisik) yang akan kita dapatkan ketika memainkan sebuah trik. Lakukan secermat mungkin, sehingga tidak ada penonton yang merasa dibodohi, disakiti hatinya, ataupun merasa terhina oleh pertunjukan sulap kita. Ingat, tujuan menampilkan sebuah pertunjukan sulap adalah untuk menghibur audiens, bukan untuk menunjukkan bahwa diri kita yang paling hebat.

8. Quit Quickly. Kebetulan saat anda menunjukkan trik sulap anda, ada seorang yang selalu mengatakan hal-hal yang menjengkelkan, hal semacam dia tahu rahasianya, sesuatu yang akan meruntuhkan magnet kekaguman anda. Segera sudahi permainan anda. Percayalah banyak orang seperti ini... Bagi para Magician yang pernah merasa terbongkar triknya, terhina, ataupun sakit hati... Berbahagialah, para pekerja misteri, yang pernah dihina, dibongkar triknya, dan disakiti hatinya dengan berbagai komentar yang tidak mengenakkan. Itu artinya anda telah menjadi "sesuatu" di mata orang lain. Makin tinggi pohon, makin kencang angin yang menerpanya. Jika anda adalah seseorang yang puas hanya berdiam diri di rumah tanpa mencoba berkreasi, tak akan ada orang lain yang mau bersusah-payah menjatuhkan anda.

Semua pesulap besar pernah mengalami hal ini. Mulai dari Harry Houdini, David Copperfield, David Blaine, Deddy Corbuzier, Romi Rafael, Joe Sandy. Kuncinya hanya satu : TETAP BERKARYA. Terbukti, magician-magician yang disebutkan tadi hingga kini tetap eksis, bahkan melegenda. Tapi apa yang terjadi dengan orang-orang yang merendahkan, menghina, dan menjelek-jelekkan? Tak satupun yang terdengar gaungnya...

Intinya, jika memang ingin menjadi pekerja misteri ataupun hanya sekadar penikmat sulap; gunakanlah akal dan hati nurani dalam setiap hal yang akan dilakukan. Jangan pernah melakukan hal-hal yang bertentangan dengan akal dan hati nurani.